Quotes

Quotes

Tuesday, March 22, 2016

Macam-Macam Perasaan Seseorang

Apa Bedanya Rasa Tertarik, Kagum, Suka, Sayang, dan Cinta?


Hallooo...
Kali ini saya akan memberikan postingan tentang beberapa perasaan yang biasa dirasakan oleh setiap orang. Mungkin tidak sedikit orang yang pernah merasa tertarik, kagum ataupun menyukai akan suatu hal, hmm... mungkin lebih tepatnya “seseorang”. Tetapi apakah kita sudah bisa membedakan mana perasaan yang hanya tertarik saja, kagum, suka, sayang, atau bahkan cinta? Nah... daripada bingung dan bertanya-tanya, lebih baik langsung dibaca saja informasi dibawah ini. Yuuuk kita pahami rasa yang kita miliki~

1. Tertarik
Rasa tertarik biasanya muncul paling pertama kali. Perasaan itu muncul ketika kamu tidak sengaja melihat atau menemukan sesuatu. Rasa tertarik ini adalah perasaan yang paling mendasar sebelum kamu bisa merasa kagum dengan seseorang. Kalau kamu tidak tertarik dengan seseorang, kamu tidak mungkin mendekati atau mencari tahu hingga bisa kagum, suka, bahkan sayang dan cinta dengan seseorang.
Waktu kamu tertarik, ada satu hal kecil dari diri seseorang yang membuatmu ingin mengenal dia lebih jauh lagi. Saya percaya, setiap orang memiliki daya tarik yang hanya dianggap menarik oleh seseorang atau sebagian orang saja. Misalnya, mungkin kelebihanmu adalah orang yang lebih suka to the point. Bagi sebagian orang mungkin hal itu bukan hal yang menarik dan menyenangkan, tapi mungkin buat seseorang atau sebagian orang, mereka melihatnya sebagai daya tarikmu.
Rasa tertarik ini mudah sekali untuk pudar, apalagi bila tidak dibarengi dengan kemauan untuk mengenal orang itu lebih dalam lagi. Dengan frekuensi pertemuan dan interaksi yang minim, rasa tertarik itu mungkin akan mengapung disana. Menjadi sekadar rasa tertarik, tanpa bisa bertumbuh menjadi rasa kagum.

2. Kagum
Rasa kagum itu bisa muncul kapan saja, dimana saja, dengan siapa saja dan biasanya muncul setelah rasa tertarik. Rasa kagum tidak terbatas hanya dengan lawan jenis saja, tapi kamu juga bisa kagum dengan temanmu yang sesama jenis. Rasa kagum biasanya muncul setelah kamu tertarik dengan seseorang. Kamu jadi kagum karena orang itu memiliki kelebihan yang menurutmu menarik.
Contohnya, kamu bisa saja kagum dengan cowok yang cakep dan tampan atau cewek berparas cantik dan anggun. Kamu bisa juga kagum dengan pemain gitar yang baru kamu lihat di konser. Walaupun kamu tidak kenal siapa orang itu ataupun bagaimana kebiasaannya sehari-hari, setelah kamu tertarik melihat permainan gitarnya yang lihai maka rasa kagum akan otomatis muncul. Kamu juga bisa saja kagum dengan temanmu yang baru selesai presentasi dengan flawless dan berhasil meyakinkan dirimu serta seisi ruangan bahwa pemikirannya itu super keren.
Biasanya, rasa kagum ini sifatnya sementara. Ketika kamu menemukan seseorang yang dapat membuatmu berdecak kagum lebih keras, maka rasa kagummu pada orang yang lama bisa saja hilang. Tapi ingat ya teman-teman, rasa kagum itu juga benih dari cinta, yang jika disirami secara rutin dan teratur bisa tumbuh begitu saja.
Apa bedanya rasa kagum dengan rasa lainnya? Saat kamu mengagumi seseorang, kamu akan selalu memperhatikan sisi atau kulit luarnya. Kamu hanya sebatas senang dengan apa yang ia lakukan dan ketika ada sisi buruk dari dirinya yang kamu temukan, rasa kagummu juga bisa hilang. Ketika seseorang itu tidak mencapai ekspektasimu, maka ucapkan sampai jumpa dengan orang itu.

3. Suka
Ketika kamu sudah tertarik dan kagum dengan seseorang, lama kelamaan kamu bisa suka dengan orang tersebut. Bagaimana bisa? Tidak ada penjelasan ilmiah di balik pernyataan ini, tetapi satu hal yang saya pegang pasti. Bila rasa kagum itu terus bertambah setiap waktunya, maka lama kelamaan secara tidak sadar, rasa suka bisa bertumbuh juga. Sebagai contoh, mungkin awalnya kamu kagum karena sifatnya yang super pengertian. Kamu heran karena ternyata di dunia ini masih ada sosok yang bisa mengerti dirimu yang memang mudah panik. Setiap hari ada saja yang membuatmu kagum, kamu membuka lapis demi lapis hal yang menarik tentang dirinya dan secara tidak sadar, kamu suka padanya.
Kamu ingin dia jadi milikmu. Kadang rasa suka itu sifatnya egois karena secara tidak sadar, kita menuntut orang lain untuk tetap berlaku seperti yang telah dia lakukan sebelumnya. Melakukan hal-hal yang membuat kita suka padanya. Kadang di tahap suka ini, kamu merasa sudah mengenal orang itu sepenuhnya. Tapi pada kenyataannya, masih banyak ‘sisi lain’ dari orang itu yang belum kamu ketahui. Kenyataannya, banyak orang yang setelah tahu ‘sisi lain’ tersebut, mereka memutuskan untuk mundur dari medan pertempuran.

4. Sayang
Rasa sayang ini porsinya lebih besar dari rasa suka. Bisa dibilang rasa sayang itu porsi jumbo. Rasa sukamu sudah terakumulasi dan kini berubah menjadi rasa sayang. Kamu akan merasa ingin memiliki dan ingin menghabiskan waktu bersamanya. Kamu bisa dibilang sayang seseorang saat kamu sadar ingin bertemu dengan dirinya setiap hari karena kamu senang dan nyaman di sisinya.
Kamu merasa sayang padanya saat kamu melihat dia dari hatimu, bukan sekadar kulit luarnya saja. Kamu tahu sifat-sifat jeleknya dan berusaha untuk menemukan solusi untuk dirimu pribadi dan juga dirinya. Ketika kamu sayang seseorang, kamu bakalan berusaha supaya kalian berdua bisa bersatu, saling memiliki selamanya. Sebisa mungkin kamu akan menjadi yang terbaik untuknya dan berharap dia juga akan menjadi yang terbaik untuk dirimu.

5. Cinta
Ini dia nih kasta tertingi dari perasaan seseorang di dunia. Tidak ada yang lebih tinggi lagi dari kata C-I-N-T-A. Ketika kamu sudah bertemu cinta, kamu juga akan bertemu dengan yang namanya pengorbanan. Karena tidak ada cinta yang benar-benar nyata di dunia ini tanpa pengorbanan. Jangan langsung percaya ketika seseorang berkata, “Aku cinta padamu” karena kalau dia tidak menunjukkannya lewat tindakan nyata (sebuah pengorbanan), maka semuanya sia-sia.
Ketika kamu merasakan cinta, kamu akan (bahkan wajib) memberikan 100 persen dari yang kamu miliki. Ketika kamu tahu apa yang namanya cinta, kamu tidak akan menuntut dia memberikan balasan. Mengapa? Alasannya ada dua. Pertama, karena kamu cinta pada orang itu dan cinta tidak menuntut. Kedua, karena cinta tidak menuntut, cinta hanya mengharapkan. Kamu akan menunggu, walau kadang kamu tahu penantianmu bakal sia-sia.
Kamu akan tetap memperhatikannya, walau kamu tahu dia memperhatikan orang lain. Kamu tetap memandangnya, walau kamu tahu di bola matanya ada sosok lain yang ia dambakan. Karena cinta berada di kasta paling tinggi, tidak heran tantangannya juga sangat besar.
Kamu yang mengerti cinta, berarti kamu juga mengerti ketika seseorang menjadi duniamu. Seakan-akan, dia jadi gravitasi yang selalu membuatmu jatuh berulang-ulang. Walau ada rasa sakit, tapi kamu indahkan karena dialah yang menjadi pusat duniamu. 

Sudah dibaca semuanya kah? Bagaimana pendapatmu? Apakah sudah bisa membedakan beberapa perasaan diatas?
Semoga dengan informasi yang saya berikan dapat membantu kita agar dapat membedakan macam-macam perasaan yang kita rasakan. Tujuannya apa? Tujuannya adalah agar kita tidak salah mengartikan perasaan yang diberikan orang lain kepada diri kita. Karena jika kita salah mengartikan, akibatnya akan sangat fatal. Banyak orang kecewa karena ia merasa orang lain memiliki perasaan lebih terhadap dirinya padahal sebenarnya orang tersebut tidak memiliki perasaan apa-apa.
Hampir setiap orang memiliki fase perasaan yang sama. Semua berawal dari rasa tertarik dan jika terus tumbuh maka akan berakhir pada rasa cinta. Jika kita sudah merasakan cinta, maka kita juga harus siap untuk merasakan sakit hati. Mengapa? Seperti yang dikatakan pada kutipan diatas, cinta adalah kasta paling tinggi pada perasaan seseorang dan setiap hal yang sudah berada pada kasta tertinggi maka rintangan yang dialami pun akan semakin sulit. Sebagai contoh, kamu sangat mencintai seseorang tetapi ada saja hal-hal yang mengganggu hubungan antara kamu dengan dia seperti perselingkuhan, perbedaan keyakinan, hingga restu orang tua. Nah... beberapa hal tersebut merupakan salah satu faktor yang akan membuat kita sakit hati bukan?

So... dari postingan saya kali ini bisa diambil tiga kesimpulan, yaitu:
1. Jangan cepat mengambil kesimpulan saat mengartikan perasaan orang lain jika kamu belum benar-benar yakin.
2. Rasa yang kamu miliki tidak pernah salah. Hanya saja waktu dan situasi yang belum tepat untuk membuktikan dengan lebih apa yang kamu rasakan.
3. Jika kamu berani mencintai, maka kamu harus berani sakit hati.

Sumber: http://www.idntimes.com/


No comments:

Post a Comment